Pengertian Pendidikan Menurut Para Ahli, Tujuan, Secara Umum

Setiap orang bisa saja memiliki pengertian pendidikan berbeda. Ketika mendengar kata pendidikan, Anda mungkin akan langsung membayangkan sekolah dan institusi sejenis. Sementara dalam praktiknya pendidikan dimulai dari rumah, lebih tepatnya orangtua.

Bagaimana dari segi etimologi? Kata pendidikan yang berarti education dalam bahasa Inggris berasal dari bahasa Latin, yakni educatum. Ada dua suku kata yang menyusunnya, antara lain e (perkembangan dari luar/sedikit jadi banyak) dan duco (perkembangan/sedang berkembang). Dapat disimpulkan bahwa pengertian pendidikan bisa berarti berkembang/bergerak dari dalam keluar atau proses mengembangkan keterampilan/kemampuan serta kekuatan individu.

Pengertian Pendidikan

Sementara berdasarkan KBBI, pendidikan berasal dari kata dasar didik dengan imbuhan pen- dan –an. Kemudian saat digabungkan, pendidikan berarti proses pengubahan tata laku dan sikap seseorang maupun kelompok dalam usaha mendewasakan manusia lewat pengajaran dan pelatihan; cara, proses, perbuatan mendidik.

Adapun pengertian pendidikan menurut sejumlah ahli/pakar, antara lain:


1. Prof. H. Mahmud Yunus


Pendidikan merupakan upaya yang sengaja dipilih untuk memberikan pengaruh dan membantu anak untuk meningkatkan ilmu pengetahuan, akhlak, maupun jasmani. Sehingga secara perlahan, anak pun dapat mewujudkan cita-cita berbekal wawasan yang mereka timba. Mereka juga dapat memperoleh kehidupan bahagia dengan manfaat untuk dirinya, masyarakat, agama, bangsa, dan negara.

2. Prof. Dr. John Dewey


Menurut definisi ini, pendidikan seperti sebuah proses pengalaman. Pasalnya setiap manusia menjalani kehidupan yang mencakup pertumbuhan dan pendidikan adalah bantuan yang akan menunjang pertumbuhan batin manusia tanpa batasan usia. Dalam hal ini, pengertian pendidikan menurut ahli adalah proses penyesuaian di setiap fase sekaligus menambah kecakapan perkembangan seseorang.

3. M.J. Langeveld


Menurut M.J. Langeveld, pendidikan adalah usaha membimbing manusia yang belum memasuki usia dewasa untuk mencapai kedewasaan. Seperti poin sebelumnya, pendidikan akan menolong anak untuk mengerjakan tugas-tugas dalam hidupnya untuk melatih kemandirian dan tanggung jawab secara susila. Dengan kata lain, pendidikan adalah usaha penentuan diri dan usaha bertanggung jawab.

4. Thedore Brameld


Pengertian pendidikan adalah proses yang lebih luas dibandingkan kegiatan yang berlangsung selama berada di sekolah. Menurut Brameld, pendidikan merupakan aktivitas sosial yang memungkinkan masyarakat eksis sekaligus berkembang. Dalam lingkungan yang lebih kompleks, fungsi pendidikan akan jadi spesialisasi dan melembaga.

5. Plato


Plato dikenal sebagai sosok yang amat dekat dengan ilmu pengetahuan, termasuk pendidikan. Menurut definisinya, pendidikan adalah proses seumur hidup yang dimulai dari saat manusia dilahirkan hingga maut menjemput. Pengertian ini akan membuat seseorang lebih semangat mewujudkan tujuan sebagai warga negara ideal yang membagikan wawasan kepemimpinan dan kepatuhan dengan benar.

6. C.D. Hardie


Menurut buku monografnya, Truth and Fallacy in Educational Theory, pendidikan semestinya mampu mengedukasi seseorang secara alami. Hardie pun mengibaratkan guru bak tukang kebun yang ‘membina’ tumbuhan dengan perlakukan sesuai dan menjauhkannya dari metode non-ilmiah. Bahkan pakar ini pun mengkritisi pemerintah yang memberlakukan aturan terhadap pendidikan.

7. Comenius


Comenius yang hidup di abad pertengahan mempunyai pengertian pendidikan menurut pakar sebagai proses individu dalam mengembangkan kualitas baik terhadap agama, moral, maupun ilmu pengetahuan. Dengan demikian, mereka dapat menggunakan wawasan tersebut untuk melakukan klaim dirinya sebagai manusia.

8. Ki Hajar Dewantara


Sebagai Bapak Pendidikan di Indonesia, Ki Hajar Dewantara berpendapat bahwa pendidikan adalah tuntunan hidup dalam pertumbuhan anak-anak. Artinya, pendidikan yang tepat dapat menuntun kekuatan kodrat yang terdapat pada peserta didik agar nantinya, saat menjadi anggota masyarakat, mampu mencapai kebahagiaan maupun keselamatan setinggi mungkin.

9. Ahmad D. Marimba


Pengertian pendidikan selanjutnya datang dari Ahmad D. Marimba. Menurutnya, pendidikan merupakan proses bimbingan yang dilakukan secara sadar oleh pendidik pada perkembangan jasmani maupun rohani peserta didik. Proses tersebut diterapkan dengan tujuan membentuk kepribadian para peserta didik dalam kualitas yang sangat unggul.

10. UU Sisdiknas 20/2003


Pendidikan berdasarkan undang-undang ini adalah upaya yang dilakukan secara sadar dan terencana dengan tujuan mewujudkan proses maupun suasana pembelajaran yang sesuai. Jadi peserta didik yang terlibat pun aktif mengembangkan potensi, mempunyai kekuatan spiritual, karakter dan pengendalian diri yang bermanfaat untuk dirinya maupun masyarakat luas.

11. Prof. Herman H. Hora


Menurut Herman, pendidikan adalah proses yang dilakukan sebagai bentuk penyesuaian lebih tinggi dari makhluk yang telah berkembang secara fisik maupun mental yang bebas serta sadar kepada Tuhan. Dalam ini, penerapannya akan termanifestasikan ke dalam sisi intelektual, emosional, kemauan dari manusia, hingga alam sekitar.

12. Carter V. Good


Selanjutnya, pengertian pendidikan berarti proses perkembangan kecakapan seseorang, baik dalam bentuk sikap maupun perilaku, yang nantinya berlaku dalam kehidupan masyarakat. Good juga mendefinisikan pendidikan sebagai proses yang dipengaruhi lingkungan terpimpin, khususnya dalam lingkungan sekolah, untuk mencapai kecakapan sosial dan pengembangan kepribadian.

13. Edgar Dale


Dale menyimpulkan pendidikan sebagai usaha yang dilakukan secara sadar, baik oleh keluarga, masyarakat, maupun pemerintah lewat pengajaran, bimbingan, pembelajaran, dan pelatihan yang berlangsung. Kegiatan-kegiatan yang diterapkan bisa diselenggarakan di sekolah maupun di luar sekolah agar peserta didik mampu menjalankan perannya di masa mendatang.

14. Ibnu Sina


Pengertian pendidikan profesional menurut Ibnu Sina berarti pembelajaran yang berkaitan dengan seluruh aspek yang ada dalam diri manusia. Hal tersebut mencakup fisik, mental, hingga moral. Selain itu, pendidikan juga tidak boleh mengabaikan hal-hal yang menunjang perkembangan fisik serta pengaruhnya. Dengan demikian, pendidikan dapat membentuk jiwa, karakter, hingga pikiran seseorang.

15. UNESCO


Lembaga pendidikan dan kebudayaan dunia ini mendefinisikan pendidikan sebagai persiapan manusia untuk kalangan atau jenis masyarakat yang belum eksis. Konsep sistem pendidikan yang sekarang berlaku pun bisa saja berubah mengikuti tren. Di lain pihak, konsep pendidikan pun tak bisa dilepaskan dari tuntutan kebutuhan masa lalu, sekarang, maupun di kemudian hari.

Tujuan-tujuan pendidikan nasional


Ilustrasi tujuan pendidikan nasional

Dari kumpulan pengertian pendidikan di atas, Anda dapat menarik benang merah bahwa pendidikan tak dinyatakan jadi salah satu faktor penting yang menentukan pergerakan sebuah bangsa. Semakin berkualitas sistem pendidikan yang diberlakukan, maka semakin maju peradaban negara yang bersangkutan. Pemerintah pun berupaya meningkatkan mutunya melalui perbaikan tatanan pendidikan yang optimal.

Perbaikan tersebut dilakukan dengan tujuan menghasilkan sumber daya manusia berkualitas yang bakal menjadi penerus bangsa menjanjikan. Langkah ini pun dilaksanakan berdasarkan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam UU 20/2003 Pasal 3 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jadi, peserta didik yang terlibat pun bukan hanya mengetahui pengertian pendidikan, tetapi juga memahaminya dalam kehidupan sehari-hari.

Berdasarkan Kementerian Pendidikan Nasional atau Kemdiknas, pendidikan untuk kepentingan nasional memiliki tujuan mengembangkan kemampuan maupun potensi peserta didik. Mereka diharapkan dapat tumbuh menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME, berilmu, sehat, cakap, kreatif, mandiri, berakhlak mulia, dan sanggup menjalani peran sebagai warga negara demokratis sekaligus bertanggung jawab.

Sebagai pendamping rangkaian pengertian pendidikan teoritis, berikut pemaparan lebih lengkap seputar tujuan pendidikan nasional yang dapat Anda pelajari.

1. Beriman dan bertakwa kepada Tuhan


Selaras dengan sila kesatu Pancasila, tujuan yang dijunjung tinggi dalam pendidikan pun adalah menjadikan warga negara sebagai sosok yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan YME. Pasalnya, segi spiritual dianggap ikut mempengaruhi pembentukan karakter seseorang yang sedang menempuh pendidikan.

Maka dari itu, sebagian besar lembaga pendidikan Indonesia selalu memasukan materi keagamaan sebagai pembimbing kuat para peserta didik. Jika tujuan ini tercapai, maka bangsa pun akan mencetak penerus dengan sumber daya manusia yang baik.

2. Mempunyai akhlak mulia


Menyambung dari poin sebelumnya, pengertian pendidikan yang dipahami secara maksimal oleh peserta didik akan membantu mereka mengambil keputusan yang baik dan tepat. Dalam hal ini, akhlak adalah salah satu elemen yang dapat menunjangnya supaya peserta didik tidak lama-lama larut dalam konflik batin.

Hasil yang diberikan dari penanaman akhlak mulia akan lebih terasa kalau dilakukan dari tingkat terendah sampai tertinggi. Dengan demikian, peserta didik pun mampu menerapkannya di lingkungan masyarakat lebih luas karena mampu memutuskan sesuatu secara cepat.

3. Cakap menguasai keterampilan


Disitat dari KBBI, cakap adalah kesanggupan dalam melakukan sesuatu. Konteksnya dalam tujuan pendidikan adalah melatih peserta didik agar mereka sanggup menguasai keterampilan atau kemampuan yang diminati. Hal ini mencakup skill dasar seperti membaca, menulis, mendengarkan, dan berbicara yang akan membantu mereka dalam memahami sesuatu.

Kecakapan seseorang biasanya akan menjadi tolak ukur mereka sebagai sumber daya manusia suatu bangsa. Anda mungkin akan merasakannya saat terjun di dunia kerja yang sangat membutuhkan keterampilan tertentu.

4. Mampu melahirkan kreativitas


Meski sebagian besar pengertian pendidikan terkesan kaku, pada praktiknya konsep tersebut diciptakan agar peserta didik mampu berpikir lebih kreatif. Dalam hal ini, kreativitas berlaku dalam sejumlah aspek, termasuk dalam menemukan solusi dari masalah-masalah yang dihadapi.

Selain itu, peserta didik yang mampu melahirkan kreativitas diharapkan bisa menyumbangkan kontribusi yang sesuai untuk lingkungan masyarakat maupun negara. Bentuknya bisa beragam, dari sistem pembelajaran menarik hingga inovasi yang mungkin saja menggegerkan dunia.

5. Sanggup hidup secara mandiri


Dari sejumlah pengertian pendidikan modern di atas, Anda pasti sempat menangkap tujuan yang berkaitan dengan kemandirian seseorang. Secara garis besar, mandiri adalah kesanggupan individu untuk berdiri sendiri dan/atau tanpa bergantung pada orang lain.

Dalam tujuan pendidikan nasional, hal ini dibutuhkan peserta didik supaya mereka tidak terkejut saat berada di tengah situasi terdesak dan bisa menyelesaikan masalah tanpa harus menunggu uluran bantuan. Salah satu contoh sederhana yang dapat ditiru adalah dengan tidak mengambil jawaban seseorang saat ujian berlangsung.

6. Demokratis dan bertanggung jawab


Indonesia memegang bentuk pemerintahan demokratis yang berarti kekuasaan tertinggi berada di tangan rakyat. Kaitannya dengan pengertian pendidikan maupun tujuannya adalah perlunya batasan dalam kehidupan individu maupun bernegara dan tanggung jawab yang disadari setiap lapisan masyarakat.

Mencapai tujuan tersebut sesungguhnya dapat Anda terapkan sejak berada di bangku sekolah melalui beberapa kegiatan sederhana seperti tanya-jawab atau diskusi membahas berbagai topik. Tentunya ada aturan yang diberlakukan agar pembahasan tidak melenceng ke mana-mana.

Manfaat penerapan pendidikan di Indonesia


Ilustrasi manfaat pendidikan di Indonesia
Bagaimana? Apa Anda sudah mulai memahami pengertian pendidikan maupun tujuannya? Sekarang, untuk melengkapi informasi di atas, mari simak sejumlah benefit yang dirasakan dari penerapan sistem edukasi yang tepat di Indonesia.

1. Sarana pemahaman dan informasi


Benefit yang paling dirasakan dari pendidikan adalah mendapatkan informasi dan pemahaman dari sumber-sumber terbaik. Perubahan zaman yang semakin cepat menuntut generasi muda untuk terus mengikuti perkembangan sekaligus menciptakan inovasi yang menggugah. Jika bekal mereka hanya sekadar pengertian pendidikan dasar, tentunya manfaat menyeluruh dari sistem ini mustahil tercapai dan secara tak langsung membuat negara sulit maju.

2. Mencetak generasi penerus yang unggul


Seperti yang telah disinggung dalam sejumlah poin, pendidikan adalah salah satu komponen yang akan menentukan generasi penerus bangsa. Penerapan edukasi yang mengikuti perkembangan sekaligus inovatif dianggap sebagai metode terbaik yang bakal meningkatkan tumbuh kembang peserta didik dari berbagai aspek. Pemerintah juga tidak boleh terlalu kaku, karena hal ini akan membuat pendidikan di Indonesia semakin tertinggal dari negara lain.

3. Wadah mendalami ilmu pengetahuan


Wawasan dan ilmu pengetahuan memang tak bisa dilepaskan dari sebagian besar pengertian pendidikan yang diutarakan para pakar. Pasalnya, sistem ini memungkinkan siapa saja untuk mendalaminya atau malah menciptakan mater-materi teranyar yang bermanfaat untuk kehidupan masyarakat di kemudian hari. Pendalaman ilmu pengetahuan juga dapat berbentuk pengabdian seseorang dengan merantau ke daerah-daerah yang belum tersentuh pendidikan secara menyeluruh.

4. Alat untuk mendapatkan pekerjaan


Poin ini pastinya akan dirasakan oleh hampir semua orang. Setelah menempuh sejumlah jenjang pendidikan, Anda pastinya berharap untuk mengaplikasikan ilmu tersebut melalui pekerjaan yang sudah lama diharapkan. Dalam hal ini, supaya manfaat tercapai, Anda juga harus memastikan kalau jenis pendidikan yang diambil memang sesuai dengan profesi yang ingin digeluti. Dengan begitu, peluang Anda memperoleh pekerjaan tadi tidak akan terhalang lagi.

5. Membentuk pola pikir yang ilmiah


Menilik beberapa pengertian pendidikan, dapat disimpulkan sistem ini membantu peserta didik membentuk pola pikir yang bersifat ilmiah. Hal ini akan mengimbangi kemampuan dalam mencipta hal-hal kreatif, sehingga peserta didik pun akan lebih bijak saat mereka hendak mengungkapkan opini maupun karya yang akan ditujukan kepada masyarakat. Pasalnya, mereka mempertimbangkan fakta-fakta yang tersedia dan tidak terlalu terpusat pada sisi emosional.

6. Mencegah kemunculan generasi malas


Kenyataannya, pendidikan yang bakal menentukan kualitas negara dalam menghasilkan generasi bangsa mereka. Penerapan konsep dari pengertian pendidikan terpercaya yang kurang memadai tak hanya membuat peserta didik bingung, tetapi juga ragu mengungkapkan gagasan mereka. Namun, kalau metode-metode yang diaplikasikan sesuai kebutuhan, tidak menutup kemungkinan generasi bangsa di Indonesia jauh dari sifat malas yang amat menjebak.

7. Mempertahankan kecerdasan bangsa


Tahukah Anda salah satu hal yang membuat negara-negara maju di dunia terus bertahan? Mereka tidak terlena dengan kecerdasan yang dimiliki warga negaranya. Setelah berhasil memoles peserta didik dengan sistem pendidikan terbaik, mereka berupaya sekuat mungkin untuk mempertahankan mutu yang telah dicapai atau malah meningkatkannya. Langkah tersebut yang bakal memperpanjang kualitas seperti kecerdasan yang secara tak langsung membesarkan reputasi negara yang bersangkutan.

Demikian informasi seputar definisi, tujuan, dan manfaat yang akan diperoleh Anda maupun negara dari praktik pendidikan yang terjamin. Semoga dengan memahami pengertian pendidikan, Anda dapat lebih mudah mengimbangi perkembangan zaman yang sedang terjadi di dunia hingga menghasilkan kontribusi besar untuk masa depan negara.