Pengertian Komunikasi, Fungsi, Tujuan, Jenis, Dan Unsur Lengkap

Apa itu pengertian komunikasi? Dalam menjalani kehidupan ini, manusia tidak bisa lepas dari kata komunikasi. Terlebih jika mengingat manusia merupakan makhluk sosial yang tidak bisa hidup tanpa orang lain. Untuk memenuhi kebutuhannya sehari-hari manusia diharuskan untuk menjalin komunikasi satu dengan yang lainnya.

Pengertian Komunikasi

Sebagai contoh, berinteraksi dengan keluarga, teman, guru, pedagang, dan banyak lagi. Karena berhubungan dengan orang lain, maka mau tidak mau, ada aturan yang tertulis maupun tidak tertulis. Sebenarnya, apa pengertian komunikasi itu? Mengapa kehadirannya sangat dibutuhkan, bahkan dipelajari dengan sungguh-sungguh oleh para pakar? Berikut ini informasi lengkap tentang pengertian, fungsi, tujuan, jenis-jenis, termasuk unsur-unsur dan syarat-syarat dari komunikasi tersebut.

Pengertian Komunikasi, Fungsi, Tujuan, Jenis, Dan Unsur Lengkap


Ada banyak ahli yang mendefinisikan tentang arti dari komunikasi tersebut. Untuk mengetahui lebih detailnya, berikut ini pengertian komunikasi, baik secara umum maupun menurut para pakar.

1. Pengertian Komunikasi secara Umum


Secara umum, komunikasi merupakan sebuah kegiatan penyampaian informasi dari seseorang kepada orang lain. Informasi ini bisa berupa opini, tanggapan, gagasan, maupun ide pemikiran. Sedangkan, menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, komunikasi merupakan proses penyampaian maupun penerimaan suatu pesan atau informasi dari satu orang kepada orang lain agar pesan tersebut dapat dimengerti. Atau, bisa juga komunikasi diartikan sebagai hubungan kontak antara individu satu dengan lainnya.

2. Pengertian Komunikasi Menurut Ahli


Banyak tokoh, baik dari dalam negeri maupun luar negeri, yang menyampaikan definisi dari komunikasi ini. Beberapa di antaranya sebagai berikut:
  1. James A.F. Stoner menyatakan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian atau pemindahan pesan yang dilakukan seseorang kepada orang lain.
  2. Drs. H.A.W menyatakan bahwa komunikasi adalah hubungan kontak sesama manusia, baik perorangan maupun kelompok.
  3. Everett M. Rogers menyatakan bahwa komunikasi merupakan pemindahan gagasan dari sumber penyampai kepada sumber penerima untuk mengubah kebiasaan mereka.
  4. Rogers dan D. Lawrence Kincaid mendeskripsikan komunikasi sebagai sebuah pertukaran informasi untuk memberikan pengertian lebih mendalam tentang sesuatu yang dilakukan oleh dua orang atau lebih.
  5. Shanonn dan Weaper mengartikan komunikasi sebagai bentuk interaksi yang dilakukan dua orang atau lebih untuk saling mempengaruhi, baik disengaja atau tidak.
  6. Raymond S. Ross menyatakan bahwa komunikasi merupakan kegiatan untuk memilih informasi, baik pesan maupun simbol, agar dapat lebih bermakna dan dapat membangkitkan respons dari komunikator.
  7. Dr. Alo Liliweri mengungkapkan bahwa komunikasi merupakan pemindahan suatu ide dari satu sumber ke sumber lain agar dapat dimengerti.
  8. Bernard Berelson dan Gary A. Steiner mengartikan komunikasi sebagai pemindahan pesan, informasi, atau keterampilan, baik dengan kata-kata, gambar, grafik, maupun grafik.
  9. John R. Wenbrug dan William W. Wilmoot mengatakan bahwa komunikasi merupakan aktivitas untuk mencari makna atau arti dari sesuatu.
  10. Carl I. Hovland menyatakan bahwa komunikasi merupakan proses seorang komunikator dalam menyampaikan pesannya sehingga penerima pesan tergerak untuk mengubah perilakunya.
  11. Harorl D. Lassweel menggambarkan komunikasi sebagai proses untuk menyampaikan sesuatu kepada orang lain dengan menggunakan alat tertentu.
  12. Judy C. Pearson dan Paul Emerson menyatakan bahwa komunikasi merupakan kegiatan untuk memahami sebuah informasi dari satu individu ke individu lain.
  13. Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss menyatakan bahwa komunikasi merupakan pindahnya makna dari satu individu ke individu lain atau lebih.
  14. William I. Gordon mengartikan komunikasi sebagai sebuah transaksi informasi, di mana di dalamnya terdapat sebuah pemikiran dan perasaan.
  15. Djenaman, S.H. menyatakan komunikasi sebagai salah satu seni untuk memberikan informasi kepada orang lain, baik perorangan maupun kelompok tertentu.
  16. William Albig mendeskripsikan komunikasi sebagai proses transfer makna suatu kata, dari seseorang atau kelompok.
  17. Anwar Arifin menyebutkan komunikasi sebagai proses sosial yang memfokuskan pada hubungan manusia dengan pesan dan perilaku.
  18. Aristoteles memaknai komunikasi sebagai suatu alat yang digunakan dalam kegiatan demokrasi.
  19. Hoben menyatakan komunikasi sebagai proses pertukaran ide secara verbal, baik pikiran maupun gagasan.
  20. William F. Glueck memberi makna komunikasi dalam dua bentuk. Pertama, komunikasi interpersonal yang merupakan proses pertukaran informasi yang dilakukan oleh dua orang dalam kelompok kecil. Kedua, komunikasi organisasi yang cakupan lebih luas dan sistematis, karena proses pemindahan pesan dilakukan dari satu orang ke banyak orang dalam satu kelompok.

Fungsi dan Tujuan Komunikasi


Setelah mengetahui pengertian komunikasi, baik secara umum maupun menurut para ahli, Anda juga perlu mengetahui manfaat yang bisa didapat saat Anda melakukan komunikasi tersebut. Berikut ini lebih lengkapnya fungsi dari komunikasi tersebut:
  1. Komunikasi dapat dijadikan sebagai sumber informasi, di mana Anda dapat menerima maupun memberi informasi kepada orang lain atau kelompok tertentu. Dari informasi ini, diharapkan Anda atau orang lain atau kelompok tertentu dapat segera mengambil keputusan selanjutnya.
  2. Komunikasi dapat dijadikan sebagai pengendali dan pengatur tingkah laku orang lain, baik saat sendiri maupun saat berada di tengah suatu kelompok. Dengan kata lain, komunikasi dapat dijadikan sebagai alat agar orang yang menggunakannya dapat mematuhi makna dari pesan tersebut.
  3. Komunikasi dapat dijadikan sebagai sumber motivasi. Banyak orang berhasil yang menceritakan tentang proses keberhasilannya kepada orang lain hingga orang lain tersebut termotivasi untuk mengikuti langkah orang berhasil tersebut hingga mencapai keberhasilan yang sama.

Tujuan Komunikasi


Ilustrasi tujuan komunikasi
Selain tujuan dan pengertian komunikasi, Anda juga harus mengetahui tujuan mempelajari komunikasi ini. Seberapa pentingkah komunikasi sehingga perlu untuk dipelajari secara mendalam. Berikut ini lebih detailnya tentang tujuan komunikasi:
  1. Agar pesan yang diberikan komunikator (pemberi pesan) dapat dipahami oleh komunikan (penerima pesan). Oleh karena itu, komunikator harus mampu menyampaikan pesan tersebut dengan jelas dan detail.
  2. Agar pesan yang diberikan dapat dipahami oleh orang lain.
  3. Agar pendapat seseorang dapat diterima dengan baik oleh orang lain atau khalayak umum. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan persuasif pada saat menyampaikan pesan tersebut.
  4. Agar pesan dapat menggerakkan seseorang atau massa untuk melakukan sesuatu sesuai dengan isinya.

Jenis-Jenis Komunikasi


Ilustrasi jenis komunikasi
Sebagai makhluk sosial, manusia tidak bisa lepas dari kegiatan komunikasi. Jika diamati lebih dalam, ternyata komunikasi dapat dibedakan dalam beberapa jenis. Berikut ini informasi lebih detailnya tentang jenis-jenis komunikasi:

1. Komunikasi Berdasarkan Cara Penyampaiannya

Dalam praktiknya, tidak semua pesan yang disampaikan komunikator dapat diterima dengan baik oleh komunikan. Apa sebenarnya yang menyebabkan pesan yang ada dalam komunikasi tersebut tidak dapat diterima dengan baik oleh orang lain? Salah satu penyebabnya karena cara penyampaiannya yang tidak tepat. Sebenarnya, apa saja jenis komunikasi berdasarkan cara penyampaiannya tersebut? Berikut uraiannya:
  1. Komunikasi lisan (verbal), yaitu komunikasi yang dilakukan secara langsung menggunakan lisan, baik dengan alat bantu maupun tidak. Sebagai contoh, mengobrol, berpidato, berdiskusi dalam rapat, berbicara di telepon, dan masih banyak lagi. Dalam realitanya, tidak semua orang mampu mengemukakan pesannya secara verbal, meskipun ia sangat pandai dalam hal menganalisis. Ia tidak mampu menyampaikan apa yang ada dalam pikirannya dalam bentuk komunikasi lisan.
  2. · Komunikasi tertulis (non verbal), yaitu proses penyampaian pesan secara tertulis. Sebagai contoh, menulis surat, memberikan pengumuman tertulis, membagikan brosur atau pamflet, dan masih banyak lagi. Biasanya, komunikasi ini dilakukan oleh beberapa orang yang kesulitan untuk mengungkapkan pesan secara verbal. Terlebih di era digital seperti saat ini. Komunikasi tertulis justru lebih efektif karena tidak memakan waktu lama untuk bisa menyampaikannya. Berbagai komunikasi tertulis berbasis digital banyak bermunculan, seperti email, pesan WhatsApp, IG, dan masih banyak lagi. Sebenarnya, tidak masalah menggunakan komunikasi non verbal ini. Hanya saja, Anda harus mengerti kaidah cara penyampaiannya agar tujuan komunikasi tercapai.

2. Komunikasi Berdasarkan Ruang Lingkup

Berdasarkan ruang lingkupnya, komunikasi juga dapat dibedakan menjadi dua, yaitu komunikasi internal dan eksternal.
  1. Komunikasi internal adalah komunikasi yang dilakukan dalam sebuah sistem sehingga satu sama lain saling terikat. Biasanya, komunikasi ini terjadi dalam sebuah kelompok atau organisasi. Dalam praktiknya, jenis komunikasi internal ini dapat dibedakan menjadi tiga jenis. Pertama, komunikasi vertikal, contoh perintah ketua kelompok kepada anggotanya atau pengumuman dari atasan. Kedua, komunikasi horizontal, contoh komunikasi antar divisi atau rapat koordinasi dengan individu yang mempunyai jabatan sama. Ketiga, komunikasi diagonal, contoh komunikasi bawahan ke atasan.
  2. Komunikasi eksternal adalah komunikasi yang terjadi di luar sistem kelompok. Biasanya, komunikasi ini terjadi antara kelompok satu dengan lainnya atau anggota organisasi tertentu dengan anggota organisasi lain. Contoh, bakti sosial, pameran, siaran berita, kegiatan komunitas, pertunjukan sendi, dan masih banyak lagi.

3. Komunikasi Berdasarkan Aliran Informasi

Komunikasi ini lebih memfokuskan pada struktur penyampaian informasi sehingga dapat dikirim. Ada beberapa jenis komunikasi berdasarkan aliran informasi ini. Berikut ini beberapa di antaranya:
  1. Komunikasi satu arah, yaitu komunikasi yang didominasi oleh satu pihak karena keadaan tertentu. Contoh: pidato, khutbah Jumat, sambutan, dan sebagainya.
  2. Komunikasi dua arah, yaitu komunikasi yang terjadi karena adanya interaksi antara pihak penyampai maupun penerima pesan.Sifat dari komunikasi ini adalah aktif dan interaktif. Contoh: diskusi dalam rapat, orang bertengkar, proses tanya jawab, interview, dan masih banyak lagi.
  3. Komunikasi ke atas, yaitu komunikasi yang didasarkan pada status sosial atau struktur jabatan, di mana komunikator adalah bawahan dan komunikan adalah atasan. Contoh: karyawan memberikan pendapat pada bos.
  4. Komunikasi ke bawah, yaitu komunikasi yang terjadi didahului dari atasan ke bawahan. Contoh: bos memberi tugas pada bawahannya.
  5. Komunikasi ke samping, yaitu komunikasi yang terjadi pada perorangan atau kelompok dengan status sosial yang sama. Contoh: percakapan antar karyawan, diskusi antar teman, dan masih banyak lagi.

Model-Model Komunikasi


Ilustrasi model-model komunikasi
Dalam praktiknya, komunikasi tidak hanya terdiri dari beberapa jenis saja. Komunikasi juga mempunyai beberapa model sehingga memberi warna yang berbeda pada saat terjadi interaksi antar personal maupun kelompok. Berikut ini beberapa model komunikasi tersebut berdasarkan pendapat para ahli.

1. Model Aristoteles

Model komunikasi yang pertama kali diterima secara luas ini lebih berpusat pada pembicara. Model ini terdiri dari lima komponen utama, yaitu:
  1. Speaker (pembicara), yaitu orang yang aktif mengirimkan pesan.
  2. Speech (pesan verbal), yaitu pesan yang disampaikan.
  3. Occasion (situasi), yaitu suasana saat sebuah pesan disampaikan.
  4. Audience (khalayak), yaitu orang yang menerima pesan, baik seseorang maupun kelompok.
  5. Effect (efek), yaitu dampak yang muncul akibat komunikasi yang terjadi.
  6. Sifat dari model komunikasi dari Aristoteles ini adalah:
  7. Komunikasi bersifat satu arah.
  8. Pengirim pesan bersifat aktif dan khalayak bersifat pasif.
  9. Tidak focus pada komunikasi intrapersonal atau interpersonal.
  10. Tidak ada umpan balik.
  11. Tidak ada konsep komunikasi yang gagal.
  12. Hanya digunakan dalam public speaking.

2. Model Lasswell

Model komunikasi Lasswell juga merupakan model komunikasi satu arah. Model ini terdiri dari lima elemen, yaitu:
  1. Who (sender), yaitu pengirim atau sumber pesan.
  2. Says what (message), yaitu isi dari pesan yang disampaikan.
  3. Channel (media), yaitu alat yang digunakan untuk berkomunikasi.
  4. To whom (receiver), yaitu penerima pesan.
  5. With what effect (feedback), yaitu umpan balik dari penerima pesan kepada pengirimnya.
  6. Sifat dari model komunikasi dari Lasswell ini adalah:
  7. Berlangsung satu arah.
  8. Tidak selalu memberikan konsep efek.
  9. Belum tentu ada umpan balik.
  10. Mengabaikan adanya hambatan komunikasi.
  11. Hanya mencakup tema tradisional.
  12. Menitikberatkan pada hasil keluaran.
  13. Biasanya digunakan untuk media persuasi.

3. Model Osgood dan Schramm

Berbeda dengan dua model komunikasi sebelumnya, model komunikasi ini menggambarkan tentang komunikasi yang berlangsung dua arah, baik dari pengirim maupun penerima pesan, secara bergantian. Adapun komponen dari model komunikasi ini antara lain:
  1. Sender (transmitter), yaitu sumber pemberi pesan.
  2. Encoder, yaitu orang yang membuat pesan yang diberikan diubah dalam bentuk kode.
  3. Decoder, yaitu orang yang menerima pesan yang sudah diencode dan sudah diubah kembali dalam bahasa yang dimengerti manusia.
  4. Interpreter, yaitu orang yang memahami atau menganalisis pesan.
  5. Receiver, yaitu orang yang menerima pesan, sekaligus sebagai interpreter dan decoder.
  6. Message, yaitu pesan yang dikirimkan dari sumber kepada penerima.
  7. Medium, yaitu alat yang digunakan untuk mengirimkan pesan.
  8. Noise, yaitu gangguan yang mungkin terjadi selama proses pengiriman pesan.
  9. Sifat dari model komunikasi dari Osgood dan Schramm ini antara lain:
  10. Komunikasi berlangsung dua arah.
  11. Lebih fokus pada encode dan decode.
  12. Ada efek psikologis berupa konsep field of experience yang dapat membantu memahami proses komunikasi.
  13. Terdapat umpan balik, meskipun bersifat lambat atau tidak langsung, namun dapat memudahkan pengirim pesan untuk mengetahui apakah penerima pesan dapat menginterpretasikan isi pesan dengan baik.
  14. Antara pemberi maupun penerima pesan dapat bertukar peran dan menyampaikan dan menerima pesan.
  15. Mempunyai sifat dinamis dan praktis.

Unsur-Unsur Komunikasi


Ilustrasi unsur-unsur komunikasi
Berdasarkan dari pengertian komunikasi sekaligus fungsinya, jelaslah bahwa dalam menciptakan sebuah komunikasi yang baik, terdapat beberapa unsur yang harus dipenuhi, di antaranya:
  1. Sumber (source), yaitu dasar dari penyampaian pesan untuk memperkuat isi dari pesan itu sendiri. Sumber ini bisa berasal dari orang, buku, atau lembaga.
  2. Komunikator, yaitu orang yang berperan memberikan pesan, yang bisa berupa individu, kelompok, organisasi, dan sebagainya.
  3. Pesan, yaitu isi informasi yang diberikan komunikator. Biasanya, pesan ini mempunyai tema utama yang bertujuan mempengaruhi orang lain.
  4. Saluran, yaitu media yang digunakan untuk menyampaikan pesan, baik berupa resmi (valid) maupun tidak resmi (desas-desus).
  5. Komunikan, yaitu orang yang menerima pesan, bisa berupa individu, kelompok, organisasi, atau yang lainnya.
  6. Effect, yaitu dampak yang terjadi saat proses maupun setelah informasi diberikan.

Itulah pembahasan mengenai pengertian komunikasi, lengkap dengan pembahasan mengenai fungsi, tujuan, jenis-jenis, sekaligus unsur-unsurnya. Semoga, informasi ini sangat berguna bagi Anda yang menginginkan komunikasi yang lancar dan damai dengan sesama manusia.