Tips Membangun Blog Monetize untuk Pemula

Ada yang tau apa itu blog monetize ? Blog monetize pada prinsipnya adalah blog yang bisa menghasilkan pendapatan secara rutin, baik mingguan, bulanan atau tahunan.

Blog monetize tentu berbeda dengan blog personal atau blog pribadi yang dibuat tanpa melalui proses riset. Meskipun kadang blog pribadi juga bisa menghasilkan pendapatan, tetapi rupiah bukanlah tujuan utama blog pribadi dibuat.


Bagi kamu yang mau membuat blog monetize, pastikan memahami konsep dasarnya dulu biar gak stagnan di tengah jalan. Berikut ada 7 tips membangun blog monetize untuk pemula yang bisa kamu jadikan sebagai acuan.

1. Lakukan Riset Keyword

Blog monetize umumnya dibuat berdasarkan data riset yang telah dilakukan sebelumnya. Jadi yang pertama bukan membuat blog dulu, tetapi melakukan riset keyword (riset kata kunci).

Riset keyword ini memegang peranan yang sangat penting karena menentukan kualitas dan kuantitas blog yang akan dibuat. Selain itu, melalui riset keyword inilah kamu bisa memperkirakan jumlah visitor yang akan datang ke blog.

Lalu.. apa saja yang harusnya direset ?

Ada 3 komponen penting dalam melakukan riset keyword yaitu :
  1. Riset jumlah pencarian (volume)
  2. Riset tingkat kesulitan keyword (competition)
  3. Riset nilai klik keyword (cost per click)

Untuk mempermudah riset keyword kamu bisa menggunakan bantuan tools seperti ahrefs, keywords everywhere dan juga keyword revealer.

Pastikan kamu punya stok database keyword yang banyak untuk dijadikan bahan membuat konten nantinya.

2. Menentukan Nama Domain

Setelah riset keyword selesai dan mempunyai database kata kunci, saatnya membuat dan menentukan nama domain yang akan dijadikan sebagai alamat blog.

Untuk pemula, lebih baik gunakan fresh domain atau domain baru (domain yang belum pernah didaftarkan).

Sebelum mendaftarkan domain, perhatikan tips membuat nama domain berikut ini :
  1. Gunakan ekstensi TLD seperti .com, .id, .net, .info dst.
  2. Buat nama domain yang unik dan mudah diingat
  3. Hindari nama domain yang menggunakan angka dan tanda hubung strip (-)
  4. Usahakan nama domain jangan panjang (maksimal 12 karakter)

Ada banyak provider penyedia domain di Indonesia yang bisa kamu gunakan saat ini, contohnya seperti niagahoster, qwords, rumahweb dan idcloudhost.

Kalau domain luar negeri bisa beli di namecheap, namesilo, hawkhost dan godaddy.

3. Membuat Blog

Untuk membuat blog, ada 2 platform yang sangat dianjurkan saat ini, yaitu blogger dan wordpress. Wordpress yang dimaksud ini bukan wordpress.com ya.. tetapi wordpress.org

Blogger adalah platform untuk membuat blog milik google yang pendaftarannya gratis. Jika menggunakan blogger, kamu hanya akan mengeluarkan biaya untuk membeli domainnya saja alias tidak perlu bayar hosting.

Sedangkan jika menggunakan wordpress, selain harus beli domain, kamu juga harus menyewa hosting sebagai tempat untuk menyimpan data-data blog.

Antara blogger dan wordpress mana yang terbaik ?

Dari sisi biaya, tentu blogger yang terbaik. Tapi wordpress lebih unggul dalam hal optimasi karena memiliki komponen penyusun blog yang disebut dengan plugin.

4. Menulis Konten Berkualitas

Konten dalam dunia blog tidak melulu soal tulisan atau jumlah kata pada setiap artikel, tetapi lebih luas dari pada itu. Konten dapat diartikan semua komponen yang melekat pada suatu postingan, misalnya gambar, infographic, video, link referensi dan tulisan itu sendiri.

Lalu apa yang dimaksud dengan konten berkualitas ? Apakah cukup dengan menulis 2000 kata per artikel bisa disebut dengan konten berkualitas ?

Konten berkualitas adalah postingan blog yang kaya akan informasi, konten ini tidak terikat hanya pada jumlah kata tetapi juga terikat pada kualitas tulisan itu sendiri.

Berikut ciri-ciri konten berkualitas :
  1. Tulisan bersifat informatif
  2. Tulisan mudah dipahmi (tidak muluk-muluk)
  3. Dapat dipercaya
  4. Tulisan bisa memberikan manfaat dan solusi
  5. Dilengkapi dengan data penunjang seperti gambar, infographic, video atau link referensi

Meskipun tidak sampai 2000 kata, jika sebuah konten memiliki ciri-ciri seperti di atas, maka layak disebut sebagai konten berkualitas.

5. Melakukan Optimasi Blog

Optimasi blog adalah usaha memaksimalkan konten dengan tujuan mendapatkan pengunjung atau trafik secara organik. Organik yang dimaksud yaitu pengunjung yang datang ke blog melalui hasil pencarian google.

Dalam dunia blog, ada yang namanya strategi SEO (Search Engine Optimization). Strategi SEO dipilih karena lebih terjangkau biayanya dibandingkan dengan strategi paid traffic.

Nah.. buat kamu yang mau mendalami blog, belajarlah strategi SEO.
Sebagai gambaran umum, SEO terbagi menjadi 2 yaitu :
  1. SEO Onpage : Optimasi dari dalam, contohnya : kecepatan blog, penempatan keyword, konten berkualitas, internal link, struktur URL dan heading.
  2. SEO Offpage : Optimasi dari luar, contohnya : Membangun backlink

Setiap blog cara optimasinya tentu berbeda-beda, menyesuikan dengan tema atau niche yang dibuat. Tapi intinya sama saja.. tetap menerapkan strategi SEO, baik onpage maupun offpagenya.

Bagaimana jika optimasinya dengan cara share di facebook ?

Ya tentu saja bisa, tetapi trafik yang masuk ke blog tidak dapat dikategorikan sebagai trafik organik.

6. Melakukan Evaluasi

Evaluasi blog ini sangat penting karena untuk mengetahui, apakah konten dan optimasi yang dilakukan selama ini sudah maksimal atau belum.

Agar bisa melakukan evaluasi dengan baik, kamu perlu menggunakan beberapa tools pendukung di bawah ini :
  1. Google Search Console (GSC), untuk mengetahui performa blog
  2. Google Analytics, untuk mengetahui data pengunjung blog
  3. Whatsmyserp, untuk mengetahui posisi keyword (kata kunci) di google
  4. Ahrefs, untuk cek data backlink dan data keyword

Waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi blog minimal 1 kali sebulan, bisa di awal atau di setiap akhir bulan.

Khusus untuk posisi keyword, lakukan seminggu sekali agar lebih mudah memantau pergerakan naik dan turunnya keyword yang sedang dioptimasi.

Dengan evaluasi blog, kamu akan bisa memperkirakan, apakah blog yang dibuat saat ini sudah siap untuk dimonetisasi atau belum.

7. Lakukan Monetisasi Blog

Sebelum memonetisasi blog, pastikan blog yang kamu buat sudah ada trafiknya. Memang tidak ada patokan pasti minimal dan maksimalnya berapa, semakin banyak trafik tentu semakin bagus untuk dimonetisasi.

Bagaimana cara monetisasi blog ? berikut beberapa caranya :
  1. Memasang iklan berbasis CPC
  2. Memasang iklan afiliasi
  3. Menyewakan ruang untuk Iklan (iklan banner
  4. Buka jasa review produk barang atau jasa
  5. Buka jasa content placement

Menurut kangmasian, membangun blog monetize itu butuh perjuangan, waktu, biaya dan juga tenaga. Jangan gampang percaya kepada mereka yang menawari cara cepat dapat uang dari blog.

Jadikan blog sebagai aset digital untuk kedepannya. Membangun blog sama seperti membangun sebuah perusahaan dalam dunia nyata, perlu dirintis, dirawat, dan juga dikembangkan. Setelah itu barulah menuai hasilnya.

Demikian tips membangun blog monetize untuk pemula, semoga bermanfaat.

Artikel ini ditulis oleh kangmasian

Ini Adalah Artikel Terbaru

Tambahkan Komentar

Auto Approve! Silahkan pilih "Name/URL" bila ingin menyisipkan link. Menaruh link hidup di dalam komentar akan sia-sia, karena akan otomatis terhapus. Komentar diluar topik atau bersifat promosi akan dihapus juga. Terimakasih atas pengertiannya :)
EmoticonEmoticon